Minggu, 09 Oktober 2011

Otobiografi part 2

saya kecelakaan motor saat pulang sekolah dan cukup parah, yang menyebabkan saya 2 minggu lebih tidak bisa masuk sekolah dan juga meninggalkan bekas luka sampai sekarang, saat itu saya sempat mengalami trauma dan tidak ingin lagi mengendarai motor kesekolah, jadi ibu yang selalu mengantar jemput saya kesekolah, tapi lama kelamaan saya pikir kasihan ibu sepertinya lelah kalau harus seperti ini setiap hari, akhirnya saya memberanikan diri lagi untuk mengendarai motor sendiri lagi. Di SMP pun saya memiliki sahabat-sahabat yang selalu menemani saya, ada adisti, amel dan karina dan ada juga dita yang beda kelas dengan saya tapi kami selalu pulang bareng karena rumah kami berdekatan hanya beda RT saja, banyak sekali yang saya lalui dengan dhita setiap kami pulang sekolah, mulai sari hujan-hujanan sampai menjahili teman. Pada tahun 2004 saya lulus dari SMP Tamansiswa dan saya melanjutkan ke SMK YADIKA 8, saya saat itu memilih SMK karena saya mau merasakan sesuatu yang beda dan saya pikir saat saya lulus nanti saya berharap bisa punya satu keahlian dan juga pengalaman kerja dari prakerin, saat itu jurusan yang saya pilih adalah jurusan Teknik Komputer dan Jaringan, saat pertama kali saya praktik bongkar komputer, dan pertama kali juga saya tau cara membuka mur dengan menggunakan obeng, aneh memang, ya tapi memang begitu adanya. Saat pertama kali saya masuk sekolah di SMK Yadika 8, teman yang saya kenal adalah Firda dan dia sahabat saya sampai sekarang, saya biasa memanggil na ‘Onta’ karena wajahnya yang Arab, semua teman-teman saya pun memanggilnya begitu, ‘Onta’ adalah sahabat yang baik, sabar dan terlalu luguh sampai sering menimbulkan kekhawatiran di diri saya karena keluguhannya. Lalu setelah itu saya juga menemukan sosok sahabat di diri Ririn, saya merasa cocok dan klik dengannya, awalnya saya dan Ririn cuma sekedar kenal aja, terus pas kita lagi naik motor berdua tau-tau ban nya bocor, dan dari situ saya merasa kebersamaan yang bikin saya klik dengan Ririn (kaya kisah orang pacaran ya, tapi kan persahabatan juga boleh dong ada kisahnya). Dan sahabat saya yang ketiga adalah Bunga yang hobinya ngambek mungkin karena dia paling kecil kali ya. Mereka bertiga adalah sahabat saya sampai sekarang yang sudah seperti keluarga saya sendiri. Kita berempat punya cita-cita untuk bangun cafe persahabatan suatu saat nanti. Pernah suatu saat saya mendapat teguran dari teman saya tentang keegoisan saya, yang dari situ saya berfikir untuk berubah karena saya tidak ingin kehilangan orang-orang yang saya sayangi karena keegoisan saya.
Tidak lengkap rasanya tidak ada cerita kisah kasih di sekolah, saat itu saya baru kelas 1, karena gedung SMK dan SMA satu area, maka kami siswa SMK sering ketemu di kantin sekolah dengan siswa SMA, dan di kantin sekolah juga saya mengenal seseorang, dia siswa SMA kelas 2, kami sering bertemu dikantin, lalu tumbuh lah benih-benih cinta monyet. Pada saat liburan tahun baru saya sekeluarga pergi ke Aceh dan Medan kalau tidak salah akhir tahun 2007, satu tahun setelah tsunami, kami sekeluarga kesana bertujuan silahturahmi dengan keluarga ayah, banyak keluarga ayah disana. Saat saya sampai dikota Banda Aceh, penuh haru rasanya hati ini karena melihat banyak sisa-sisa bekas tsunami walaupun sudah setahun berlalu, saat saya hendak kerumah pa’uo (panggilan untuk kakak laki-laki ayah), saya melawati kapal PLTD yang terdampar sekitar 5 KM kedaratan karena terbawa gelombang tsunami, banyak reruntuhan rumah yang ada di bawah kapal itu, mungkin juga banyak mayat yang tertindih kapal itu, pada saat melihat kapal itu yang sekarang sudah dijadikan monumen itu, hanya rasa takjub akan kekuasaan Allah SWT yang ada dipikiran saya, bayangkan saja bagaimana tidak takjub kapal seberat 2600 ton bisa terserah ombak sejauh 5 KM didaratan. Saat di Aceh, semua keluarga yang tinggal disana menceritakan bagaimana terjadinya kejadian becana tsunami tersebut.
Setelah pembagian rapot saat itu saya selesei kelas satu, saya dipanggil oleh guru saya, ternyata saya mendapat kesempatan lebih dulu untuk melaksanakan PKL (praktek kerja lapangan), kebesokan harinnya saya berangkat bersama firda dan teman saya yang lainnya dengan membawa surat dari sekolah ke PT.Kayaba Indonesia, hari pertama saya dibuat menunggu seharian hanya untuk memberikan surat dari sekolah ke staff HRD nya. Tapi biarpun begitu saya tetap semangat menjalaninya, saya menjalani PKL selama 3 bulan lebih, disana saya banyak mendapatkan pengalaman, dan yang paling penting saya jadi tahu bagaimana sulitnya mencari uang dan capenya kerja, saya jadi bisa lebih menghargai uang dan lebih berterimakasih kepada ayah yang selama ini lelah mencari uang untuk sekolah saya.
Setiap liburan sekolah ayah selalu mengajak saya liburan keluar kota dan saat liburan kelas 2 saya ke Riau, saat saya kesana saya sadar ternyata Indonesia punya banyak tempat yang bisa dijadikan objek wisata, sayang pantai-pantai yang indah disana belum dikelola untuk objek wisata.
Hari-hari saya lebih banyak saya habiskan bersama keluarga, saya termasuk anak yang dekat sekali dengan ibu, kemanapun selalu bersama ibu karena ibu yang selalu mengerti saya. Setiap hari libur ayah juga selalu mengajak kami pergi, yang penting ada kegiatan dimana kita semua anggota ikut. Sampai pada suatu hari ayah kerja pindah dinas ke Papua, karena saya mesti menyelesaikan smk satu tahun lagi, jadi hanya ayah yang pindah ke Papua, sedangkan saya, ibu dan adik-adik tetap di Bekasi.
Saat kelas 3 SMK adalah hari-hari terakhir saya menggunakan rok abu-abu, dan akan berpisah dengan teman-teman di sekolah, semua teman-teman saya sudah mempunyai rencana nya masing-masing, saat itu saya ingin sekali merasakan kerja, saat setelah kelulusan saya dapat kesempatan dari sekolah untuk tes kerjaq dibeberapa perusahaan, saya pun berangkat dan akhirnya diterima diperusahaan tersebut tapi karena ayah tidak mengizinkan saya bekerja, akirnya saya mengundurkan diri, ayah ingin saya kuliah lebih dulu. Akhirnya ayah mendaftarkan saya di Universitas Gunadarma dan saya mengambil jurusan Sistem Informasi. Setelah kelulusan ayah memutuskan agar ibu dan adik-adik ikut ayah pindah ke Papua dan saya kos disini untuk kuliah. Saat liburan menunggu masuk kuliah saya sempat ikut ke Papua hampir satu bulan, sedih sekali rasanya harus meninggalkan rumah yang sudah belasan tahun saya tempati. Pulang dari Papua adalah untuk pertama kalinya saya harus benar-benar mandiri, dimulai dengan saya harus pulang ke jakarta sendiri tanpa ditemani, dan saat itu lah kesedihan yang sangat, karena harus berpisah tempat dengan ibu, berat sekali rasanya, tapi ibu berkata kepada saya “ini sudah jalannya, dan kita harus bisa melewatinya”. Malam terkhir saya disana, saya mendengar ibu berdoa dalam kesedihan untuk saya anak nya. Mungkin karena saya terlalu dekat dengan ibu dari dulu jadi saya menjalani berpisah tempat sangat berat tapi lama kelamaan saya berfikir kalau saya harus bisa melewati ini semua. Sesampainya di Jakarta saya mengurus keperluan kuliah, tapi karena saat itu masih libur kuliah saya sempat membantu salah satu usaha tante saya, untuk mengisi waktu luang. Saatnya masuk kuliah pun tiba ternyata saya masuk dikelas 1KA26, disana saya punya banyak teman-teman yang bisa menghibur saya, dan menyadarkan saya kalau ternyata disini saya tidak sendiri, sahabat-sahabat saya yang dulu di sekolah juga masih sering bertemu saya dan mensupport saya. saat setelah beberapa bulan saya kuliah, saya mengikuti kepanitian seminar jurnalistik karena dapat info dari teman, saat itu tujuan saya hanya ingin mendapat banyak pengalaman baru tapi malah dapat bonus dan dari kepanitian seminar itu saya bertemu dengan laki-laki yang sekarang menemani hari-hari saya.
Saat semester 1 saya masih canggung dengan kuliah, masih belum begitu serius mengikuti perkuliahan, tapi saya bertekad di semester berikutnya harus ada peningkatan, dan alhamdulilah ada peningkatan dan saya bertekad dan berusaha untuk semester-semester kedepannya IPK saya bisa beranjak naik terus. Karena suatu saat nanti saya harus bisa membahagiakan kedua orangtua saya, membuat mereka bangga dan membantu menyekolahkan adik saya.

Tidak ada komentar: