Kamis, 05 April 2012

Latihan Soal Teori Organisasi Umum 2


Tugas 2
Soal 1
Diketahui :     Fungsi Permintaan Q = 200 – 2P
                        Fungsi biaya pabrik A : C= 10 QA
Fungsi biaya pabrik B : CB = 0,25Qb2
Ditanya    :     Tentukan output yang dihasilkan oleh masing-masing pabrik,
                        tingkat harga dan laba perusahaan ?
Jawab     :

        9.   Laba = TR – CA – CB
                  = 90(55) – 10(70) – 0,25(202)
                  = 4950 – 700 – 100
                  = 4150 

Sabtu, 10 Maret 2012

Struktur Pasar 5


Kedua keadaan tersebut diatas merupakan syarat bagi keberhasilan suatu kebijakan diskriminasi harga. Contoh dari keberhasilan dan kegagalam diskriminasi harga dapat disimak dari kebijakan harga yang diterapkan oleh PLN dan pertamina. Kedua perusahaan ini merupakan Badan Usaha Milik Negara. PLN menerapkan diskriminasi harga dengan memberikan tarif listrik yang berbeda kepada rumahtangga dan perusahaan manufaktur. Karena sifat dari komoditi ini tidak dapt dipindahkan dari satu sub-pasar ke sub-pasar yang lain, yakni tidak terjadi arbitrage, maka kebijakan diskriminasi harga cukup berhasil. Sebaliknya, kebijakan diskriminasi harga  minyak solar yang diterapkan oleh Pertamina mengalami kegagalan karena minyak solar dengan mudah dapat dipindahkan dari satu sub-pasar ke sub-pasar lainnya.
        PLN memang lebih berhasil dari Pertamina didalam menerapkan kebijakan diskriminasi harga. Akan tetapi apakah PLN sepenuhnya berhasil dalam arti berada dalam kondisi keseimbangan, yakni dipenuhinya syarat-syarat laba maksimum. Dalam kaitan ini , sub-sub pasar mana yang permintaannya elastis dan yang mana inelastis. Dengan mengetahui elastisitas permintaan dari masing-masing sub-pasar akan dapat ditentukan berapa besar harga pada masing-masing sub-pasar dan dalam jumlah berapa produk tersebut akan dipasok.
        Besarnya output yang dijual (dipasok) dan tingkat harga dalam kondisi keseimbangan pada masing-masing sub-pasar adalah kuantitas penjualan dan tingkat harga yang memenuhi syarat laba maksimum.  






referensi : Rum Alim, Mochamad. 2011. Dasar-dasar Teori Mikro Ekonomi. Jakarta.

Struktur Pasar 4


Monopolis dengan Diskriminasi Harga

        Apabila monopolis menjual barang yang sama (homogen) dengan harga yang berbeda kepada pembeli yang berlainan, maka sesungguhnya monopolis melakasanakan kebijakan diskriminasi harga. Dengan demikian, diskriminasi harga adalah harga jual yang berbeda walaupun biaya prokdusinya sama.
       Diskriminasi harga hanya dapat dilakukan oleh produsen monopolis apabila didukung oleh keadaan-keadaan sebagai berikut :
1.    Pasar terbagi menjadi sub-sub pasar yang mempunyai elastisitas harga permintaan yang berbeda. Pasar terbagi atau dapat dipisahkan berdasarkan keadaan alam dan tujuan penggunaan. Berdasarkan keadaan alam, pasar dipisahkan oleh gunung dan laut, serta musim. Jas hujan misalnya, pada musim penghujan pasarnya inelastik  dan pada musim kemarau pasarnya elastis. Berdasarkan tujuan penggunaan, misalnya digunakan untuk bahan baku atau konsumsi langsung. Perbedaan tujuan penggunaan ini dapat membuat harga suatu barang tertentu menjadi berbeda.
2.    Tidak terjadi arbitrage, yaitu adanya transfer penjualan dari sub-pasar yang lainnya. Hal ini terjadi karena adanya hambatan biaya transportasi, yaitu biaya transportasi untuk memindahkan barang dari satu sub-pasar ke sub-pasar lainnyasedemikian tinggi sehingga tidak memungkinkan pedagang memperoleh laba dari perbedaan harga dari ke dua sub-pasar tersebut.




referensi : Rum Alim, Mochamad. 2011. Dasar-dasar Teori Mikro Ekonomi. Jakarta.

Struktur Pasar 3


Permintaan dan Penerimaan Monopolis

Permintaan atau pembelian atas produk yang dihasilkan oleh suatu perusahaan disebut firm’s demand (“permintaan perusahaan”). Atau dengan rumusan yang lain bahwa penjualan perusahaan atas produk yang dihasilkan adalah firm’s demand. Dalam pasar monopoli perusahaan yang menentukan harga sehingga firm’s demand adalah juga permintaan pasar. Fungsi permintaan pada pasar monopoli merupakan fungsi permintaan kebalikan (inverse demand function) sebagai berikut :

P =             f(Q) ..........................................................................................   (7.1)
Dimana P adalah harga dan Q adalah kuantitas output (penjualan).
Formulasi fungsi permintaan diatas mengandung arti bahwa jika kuantitas penjualan (        Q)-nya bertambah banyak maka harga menjadi turun; atau jika Q-nya berkurang maka harga menjadi lebih tinggi. Fungsi ini dapat pula diformulasikan kedalam model regresi linier sebagai berikut :

P =  .................................................................................      (7.2)

Tanda minus ( -  ) pada persamaan (7.2) menunjukan bahwa hubungan antara Q dan P adalah hubungan negatif . ini berarti slope kurva permintaan adalah slope negatif.
Hasil penjualan total atau total revenua (TR) adalah kuantitas output yang dijual dikalikan harga per unit output . 




referensi : Rum Alim, Mochamad. 2011. Dasar-dasar Teori Mikro Ekonomi. Jakarta.